Ide Pertanian Organik

sawacana 2 ide
poto1 ide yang lahir dari penghayatan

sawacana.com

sawacana.com-Hari ini saya mendapati satu rasa yang patut disyukuri.Catatan ini berangkat dari ide pertanian organik yang lahir dari penghayatan panjang terhadap tanah, kimia, dan keterbatasan yang saya hadapi.

Di balik ketimpangan saya terhadap keinginan perubahan hidup, saya menemukan sebuah ide: membangun pasar lokal hingga ekspor untuk produk pertanian yang benar-benar organik.

Saya tidak tahu apakah ide ini bisa bertahan lama atau mampu saya kembangkan sejauh yang saya bayangkan. Namun untuk saat ini, saya berkeyakinan bahwa jalan ini bisa berhasil dan, mudah-mudahan, mendapatkan dukungan.

Mimpi itu sudah saya cetuskan di exporid.com.
Di sana saya menuliskan gambaran awal tentang ide-ide yang ingin saya wujudkan. Saya menyebutnya sebagai mimpi yang sempurna apabila benar-benar terwujud.

Tentang Mimpi Pertanian Organik

sawacana 2 ide

Bagaimana tidak disebut sempurna—di sana saya membayangkan hasil pertanian yang organik, sesuatu yang sebenarnya kita semua harapkan. Hari ini hampir semua hal berbau kimia, dan sebagai manusia biasa saya percaya itu memiliki dampak terhadap kesehatan, baik secara langsung maupun perlahan.

Saya tidak mengatakan bahwa pertanian industri atau sistem pertanian saat ini tidak bisa berjalan tanpa bahan kimia. Tingginya permintaan membuat zat-zat kimia diciptakan untuk menutup kekurangan produksi. Namun yang saya lihat, manusia justru mulai menemukan titik keputusasaan baru: dosis yang harus terus meningkat dari waktu ke waktu.

Di sanalah mimpi ini lahir.
Bagaimana jika keputusasaan itu kita ubah perlahan, dengan kembali pada pertanian organik.

Tanah, Kimia, dan Kekhawatiran yang Nyata

sawacana3 tanah dan kimia

Gagasan ini bernilai bukan hanya karena kita mengonsumsi makanan tanpa rasa khawatir, tetapi karena hasilnya benar-benar tumbuh secara alami. Ini bukan langkah instan. Ini langkah panjang untuk mengembalikan kesuburan tanah yang semakin lama semakin gersang.

Tanah hari ini bahkan sering kali tidak lagi memenuhi unsur untuk dipijak dengan tenang. Unsurnya telah terbentuk dari pergumulan bahan kimia, dan cepat atau lambat, dampaknya akan kita sesali sebagai manusia dan sebagai makhluk hidup.

Saya berusaha menyuarakan kegelisahan ini dari kesunyian.
Jika pun saya harus berjuang sendiri, paling tidak saya sudah ikut serta dalam upaya membebaskan manusia dari ketergantungan terhadap bahan kimia.

Andaliman dan Keterbatasan yang Saya Hadapi

sawacana4 andaliman dan keterbatasan

Kesulitan terbesar yang saya hadapi adalah lahan.
Saya bukan pemilik tanah yang luas, dan ini persoalan yang sangat sulit saya pecahkan.

Karena itu, di exporid.com saya memilih fokus terlebih dahulu pada tanaman yang benar-benar tumbuh alami: andaliman. Tanaman ini sangat khusus. Ia akan mati apabila tersentuh atau menyerap zat kimia. Mungkin ada yang bertahan, tetapi usianya sangat singkat.

Secara alami, andaliman bisa hidup puluhan tahun. Dengan bantuan kimia, usia terbaiknya hanya sekitar tiga tahun—dan itu sudah tergolong luar biasa. Saya berani menyimpulkan ini karena saya mengalaminya langsung di lapangan.

Ide Besar yang Terbentur Realita

Dari sini saya masuk ke dilema panjang.
Saya sempat memikirkan penggalangan dana lewat badan usaha, bahkan membayangkan masuk ke pasar saham. Namun setelah dipelajari, risikonya terlalu besar untuk sesuatu yang belum menghasilkan.

Saya juga mencoba memahami dunia kripto. Saya berpikir tentang tokenisasi, tetapi kembali menemui kebuntuan: bagaimana menjelaskan fungsi token, kegunaannya, dan nilainya secara jujur?

Akhirnya saya berhenti sejenak.
Masalah utamanya tetap sama: produksi dan lahan.

Catatan yang Saya Simpan Hari Ini

Untuk saat ini, lahan saya hanya mampu menopang tanaman andaliman. Untuk tanaman kebutuhan pokok lainnya, saya benar-benar menemui jalan buntu.

Maka ide ini saya hentikan sejenak, dan saya simpan dalam bentuk catatan pribadi di sini.
Ini adalah ide yang terasa sempurna, tetapi dipatahkan oleh realita.

Di exporid.com saya menuliskan bahwa saya terbuka untuk kerja sama. Sistemnya akan saya kelola secara transparan, tanpa niat menyelewengkan dana. Namun saya juga jujur pada ketakutan saya sendiri: di tengah maraknya penipuan, penggalangan dana sering kali langsung dicurigai sebagai sesuatu yang tidak jujur.

Sekalipun dijelaskan dengan transparansi, publik bisa tetap berprasangka buruk.

Penutup

Pada akhirnya, saya akan tetap berjuang.
Sendiri atau bersama siapa pun yang ingin berjalan searah.

Berhasil atau tidak, ide harus dijalankan—bukan hanya diucapkan.
Exporid.com akan menjadi bukti dan saksi. Jika ide ini tumbuh, ia akan hidup. Jika gagal, ia akan berakhir dengan jujur.

Jumat, 19 Desember, pukul 00.51 WIB
Saya menulis catatan ini dengan satu harapan sederhana:
semoga mimpi perlahan menemukan jalannya.

  • Suku Batak Toba Berdaulat-sawacana.com

    Suku Batak Toba Berdaulat Sebuah catatan karya dan suara nurani Lagu ini lahir dari kegelisahan, kebanggaan, dan ingatan yang tidak pernah benar-benar pergi. Suku Batak Toba bukan hanya tentang marga, tanah, atau simbol adat, tetapi tentang martabat, keberanian, dan suara yang tidak mau dipadamkan oleh zaman. Suku Batak Toba Berdaulat adalah karya yang saya tulis…

  • Satu Tahap Selesai, Karya Kini Bisa Dibagikan

    Ketika Karya Tak Lagi Disimpan Sendiri Hari ini saya merasa sangat senang dan bersyukur. Beberapa lagu dan karya digital yang saya kerjakan akhirnya berhasil saya selesaikan dan kini resmi diperjualbelikan melalui ExporID. Saya adalah penulis lagu, sekaligus pemegang kendali penuh atas website ExporID. Seluruh karya yang tersedia di sana merupakan hasil cipta saya sendiri—dibuat dengan…

  • Catatan Awal dalam Perjalanan Menulis di Sawacana

    Catatan Awal dalam Perjalanan Menulis di Sawacana

    Menulis ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan.Bukan karena tidak bisa merangkai kata, tetapi karena setiap tulisan menuntut kejujuran—dan jujur pada diri sendiri sering kali adalah hal paling sulit. Sawacana saya mulai tanpa rencana besar. Saya hanya tahu satu hal: saya ingin menulis. Dari situlah lahir tiga bentuk tulisan awal,catatan, Peristiwa, dan Sudut Pandang—masing-masing dengan kesulitannya…

  • Anak 10 Tahun Menjadi Korban Penembakan

    Saya membaca kabar tentang penembakan massal di Bondi, Australia, dengan perasaan yang berat. Peristiwa seperti ini selalu menyisakan duka, tetapi kali ini ada satu bagian yang membuat saya berhenti lebih lama dari biasanya. Korban termuda dalam peristiwa tersebut adalah seorang anak perempuan bernama Matilda, berusia 10 tahun. Membaca usia itu saja sudah cukup membuat hati…

  • Ide Pertanian Organik

    sawacana.com-Hari ini saya mendapati satu rasa yang patut disyukuri.Catatan ini berangkat dari ide pertanian organik yang lahir dari penghayatan panjang terhadap tanah, kimia, dan keterbatasan yang saya hadapi. Di balik ketimpangan saya terhadap keinginan perubahan hidup, saya menemukan sebuah ide: membangun pasar lokal hingga ekspor untuk produk pertanian yang benar-benar organik. Saya tidak tahu apakah…

  • Banjir Bandang di Sumatera

    sawacana.com-25 November 2025 adalah peristiwa besar yang mengguncang batin saya. Sejak hari itu, tubuh ini kerap gemetar, kadang terasa panas, lalu mendadak dingin dan terdiam. Bagaimana tidak—peristiwa tersebut bagaikan petir yang menyambar di siang hari. Tiga provinsi sekaligus dilanda bencana yang sama: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Duka ini begitu dalam dan mematikan. Ini…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja