Per hari ini, Selasa, 16 Desember 2025, saya memutuskan untuk menulis di sini dan perlahan mengurangi minat saya pada berbagai media sosial seperti TikTok, YouTube, Facebook, Instagram, dan lainnya.
Saya merasa, selama bermain di sana, saya lebih sering berperan sebagai korban penipuan ekonomi yang manis. Jujur saja, sejak awal saya memang mencoba serius di media sosial dengan harapan bisa berpenghasilan dari sana. Namun seiring berjalannya waktu, saya semakin sadar bahwa media sosial memang bisa menghasilkan uang, tetapi justru karena itulah peluang saya semakin kecil.
Keputusan ini bukan karena menyerah atau putus asa. Saya hanya tidak ingin maju ke medan tempur dengan kondisi yang sudah jelas membuat saya gugur. Dan keguguran itu bukan karena kurangnya keahlian, ide, atau kemauan, melainkan karena jaringan dan sinyal. Ditambah lagi dengan pesatnya perkembangan AI dan segala kecanggihannya, saya tahu bahwa di arena itu saya akan kalah—bahkan saat sama-sama menggunakan AI pun, saya tetap kalah di kecepatan jaringan.
Ilustrasinya sederhana: ketika saya baru saja menyusun satu konten, orang lain sudah menyelesaikan dua konten karena koneksi mereka jauh lebih cepat. Dalam kondisi seperti itu, saya memilih mundur lebih awal, sebelum mengeluarkan modal yang lebih besar dan kerugian yang lebih dalam.
Perlahan, saya memutuskan untuk fokus di website ini, dan hanya sesekali menggunakan media sosial. Saya juga menyadari bahwa apa pun yang saya unggah di media sosial bukan sepenuhnya milik saya. Saya harus tunduk pada algoritma platform yang terus berubah-ubah, dan saya tidak memiliki kendali penuh atas akun saya sendiri.
Inilah yang menjembatani keputusan saya untuk bermain di website. Saya sadar, website mungkin sudah kalah pamor, terlihat sepi, bahkan mencari satu pengunjung pun terasa sulit. Tapi jika dipikirkan lebih dalam, inilah realitasnya. Media sosial tampak ramai, tetapi sering kali itu adalah keramaian yang semu.
Di sini, saya memegang kendali penuh atas waktu dan aktivitas saya. Jika suatu hari tulisan saya viral, itu patut disyukuri. Jika gagal, tulisan ini akan tetap menjadi catatan harian, dan kelak menjadi bukti cerita bagi anak-anak saya bahwa saya pernah berjuang sampai pada titik ini.
Dari konsep yang mungkin gagal ini, saya ingin meninggalkan pembelajaran untuk generasi setelah saya. Soal menyerah, saya tidak mengenal kata itu. Saya adalah seorang pejuang, dan saya membentengi langkah ini untuk masa depan saya sendiri.
Saya tidak bisa berbagi terlalu banyak hari ini, karena ini adalah catatan pertama sejak website ini saya bangun. Namun satu hal yang pasti: ini adalah tangga pertama, dan saya tidak akan pernah melupakannya.
Inilah titik krusial yang paling istimewa dalam perjalanan saya.
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca catatan ini.
See you next time.


