Anak 10 Tahun Menjadi Korban Penembakan

Sepasang sepatu anak perempuan terletak di bangku taman sebagai simbol duka atas tragedi penembakan massal yang merenggut nyawa anak berusia 10 tahun.

Saya membaca kabar tentang penembakan massal di Bondi, Australia, dengan perasaan yang berat. Peristiwa seperti ini selalu menyisakan duka, tetapi kali ini ada satu bagian yang membuat saya berhenti lebih lama dari biasanya.

Korban termuda dalam peristiwa tersebut adalah seorang anak perempuan bernama Matilda, berusia 10 tahun.

Membaca usia itu saja sudah cukup membuat hati terasa sesak. Sepuluh tahun adalah usia di mana dunia seharusnya masih diisi oleh rasa ingin tahu, tawa, dan perlindungan. Namun dalam peristiwa ini, usia itu justru tercatat sebagai bagian dari tragedi kekerasan yang terjadi di ruang publik.

Yang menyedihkan bukan hanya karena ada nyawa yang hilang, tetapi karena seorang anak harus menjadi korban dari sesuatu yang sama sekali tidak ia pahami dan tidak pernah ia pilih. Ruang yang seharusnya aman berubah menjadi tempat yang merenggut masa depan.

Berita sering kali menyampaikan peristiwa dalam bentuk angka, waktu, dan kronologi. Tetapi di balik itu semua, ada satu kehidupan yang tidak akan pernah bertumbuh seperti seharusnya. Ada seorang anak yang namanya kini tinggal sebagai catatan dalam berita, bukan sebagai cerita masa depan.

Saya tidak menulis ini untuk menyalahkan siapa pun atau mencari kesimpulan cepat. Saya hanya merasa bahwa peristiwa seperti ini pantas disikapi dengan keheningan sejenak, dengan rasa empati, dan dengan pertanyaan tentang di mana nurani manusia berada ketika kekerasan terus berulang dan bahkan menyentuh mereka yang paling rentan.

Mungkin dunia akan segera beralih ke berita berikutnya. Namun bagi saya, menyebut usia dan keberadaan seorang anak dalam tragedi ini adalah cara kecil untuk tidak membiarkan peristiwa tersebut berlalu begitu saja.

melalui tulisan ini saya turut berdukacita atas matinya hati nurani di jaman ini.miris https://youtube.com/@sawacana_1

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja